motivasi

August 22, 2016

The Bankrupt Game

Beberapa minggu yang lalu, saya mengikuti seminar tentang sales. Jujur saja, saya kurang dibidang ini, dan saya rasa saya harus belajar tentang hal ini. Banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan dalam seminar tersebut, tetapi bukan itu yang akan saya bahas dalam artikel ini. Hal yang membuat menarik adalah permainan "The Bankrupt Game". Permainan ini sederhana, anda disuruh untuk mencari sejumlah uang yang sudah ditentukan, tetapi dompet dan semua barang berharga akan disita untuk sementara waktu dan langsung diterjukan dijalan raya. Game ini mensimulasikan bagaimana cara bertahan hidup saat dalam kondisi bangkrut dan tanpa uang sama sekali. Dalam game ini dibagi tiap kelompok ada 8 orang. Setiap kelompok diwajibkan mendapatkan Rp.1.000.000,-. Diberikan waktu sekitar jam 11:00 hingga 16:30. Menariknya saat permainan selesai ada teman saya yang berada di kelompok lain yang berhasil menjual produk senilai Rp.36.000.000,- dengan DP Rp.10.000.000,-. WOW!   Kok bisa? Jadi, sebenarnya dia sudah mempunyai background seorang sales sejak beberapa tahun yang lalu. Jadi bisa dibilang sudah banyak makan asam garam lah. Dia menjual sebuah trainning fitness yang partneran dengan temannya. Tubuhnya tidak begitu berotot tetapi dulu dia mempunyai tubuh yang game tetapi sekarang tubuhnya ideal dan terlihat awet muda. Singkat cerita dia berhasil menjualkan produk tersebut dan kelompoknyalah yang menjadi pemenang.   Pesan Saya pernah dengar kata-kata dari seseorang "Jika kamu penjual yang handal. Kamu dapat hidup dimanapun, kapanpun, dan dalam kondisi sesulit apapun.". Jadi, belajarlah berjualan mulai dari sekarang.
February 3, 2012

Petarung Bertangan Satu

Di Hawai, ada seorang cacat yang tidak punya tangan kiri sejak lahir, namun tangan kanannya normal. Sewaktu masih kecil, ia sering dihina dan diolok-olok oleh teman2nya. Ia menjadi rendah diri (minder) karena kecacatannya itu Pada suatu hari, dia bertemu seorang guru beladiri (di Hawai banyak orang keturunan Jepang yang ahli beladiri), dan Guru itu bertanya kepadanya “Apakah kamu mau kalau saya mengajarimu ilmu beladiri supaya kamu menjadi percaya diri?” Jawabnya dengan semangat “Mau, saya sangat mau!” Akhirnya, orang cacat itu diajari satu jurus kuncian dan ia diminta untuk terus mempraktikkannya. Hingga berminggu2 lamanya, murid itu terus menerus mempraktikkan satu jurus itu saja. Pada minggu ke-16 murid itu merasa sudah pandai. Ia lalu berkata “Guru, tolong ajarkan kepada saya jurus yang lainnya.” Gurunya menjawab “Praktikkan jurus itu lagi, sekarang belajar lebih cepat, dan lebih kuat!” Setelah beberapa minggu, ketika muridnya mengatakan “Guru saya sudah ahli.” Gurunya menjawab, “Kamu harus lebih kuat dan lebih cepat lagi, kamu harus banyak lawan tanding!” Gurunya bertanya “Apakah kamu sudah ahli?” Kalau memang sudah ahli selanjutnya kamu bisa mempraktikannnya dengan lawan tandingmu.” Ternyata jurusnya bekerja dengan sempurnya dan ia bisa mengalahkan pada lawan tandingnya dengan mudah. Baca Selengkapnya...