Mungkin banyak yang sudah paham cara setup cron job di server, tetapi setiap hosting mempunyai perbedaan path URL. Bagi kamu yang mengalami hal yang sama bisa coba langkah dibawah ini:
Setup Cron Job Laravel di A2 Hosting
Mungkin banyak yang sudah paham cara setup cron job di server, tetapi setiap hosting mempunyai perbedaan path URL. Bagi kamu yang mengalami hal yang sama bisa coba langkah dibawah ini:
Pada tutorial sebelumnya, kita sudah mempersiapkan sebuah database dan beberapa tabel untuk menyimpan artikel dan komentar.
Kali ini saya akan mendemokan bagaimana mengambil data dari sebuah tabel dan menampilkannya ke halaman web.
Sebelum mengambil data dari database, perlu dibuat sebuah koneksi dulu antara PHP dan Database dalam kasus ini menggunakan MySQL. Dibawah ini adalah step-step yang harus dilalui hingga mendapatkan sebuah data dari database:
Dalam post sebelumnya tentang Bermain Format DateTime dengan PHP dijelaskan bahwa PHP mempunyai Relative Format yang mempermudahkan developer dalam memanipulasi DateTime format.
Berbeda dengan Javascript, tidak ada built-in class yang dapat membantu memanipulasi DateTime format. Untuk itu kita butuh class tambahan/plugin yang dapat menghandle semua hal tersebut. Salah satu library yang pernah saya pakai adalah Moment.js
Bagi sebagian orang mungkin pernah merasakan betapa rumitnya bermain dengan format DateTime. Format satu ini bikin kepala puyeng kalau belum mengerti cara kerjaanya.
Kali ini saya akan mendemokan beberapa cara bermain dengan format DateTime. Sebelum masuk ke contoh kasus, ada baiknya jika mempelajari tentang beberapa hal berikut ini:
$nextWeek = time() + (7 * 24 * 60 * 60);
// 7 days; 24 hours; 60 mins; 60 secs
echo 'Now: '. date('Y-m-d') ."\n";
echo 'Next Week: '. date('Y-m-d', $nextWeek) ."\n";
// or using strtotime():
echo 'Next Week: '. date('Y-m-d', strtotime('+1 week')) ."\n";
Kamu bisa langsung mencoba script diatas menggunakan PHPFiddle. Contoh ditas akan memajukan tanggal hari ini selama seminggu.
Contoh lain:
Memajukan selama satu jam.
$nextWeek = time() + (1 * 60 * 60);
// 1 hours; 60 mins; 60 secs
echo 'Now: '. date('Y-m-d') ."\n";
echo 'Next Week: '. date('Y-m-d', $nextWeek) ."\n";
// or using strtotime():
echo 'Next Week: '. date('Y-m-d', strtotime('+1 week')) ."\n";
Initnya time() + durasi waktu yang diinginkan. Contohnya jika ingin 3 bulan. Berangkat dari bulan hingga ke detik. Jadi, 3 bulan, 30 hari, 24 jam, 60 menit, 60 detik. time() + (3 * 30 * 24 * 60 * 60).
Permasalahan timbul saat tiap bulan tidak mempunyai jumlah hari yang sama. Lalu bagaimana supaya bisa pas dengan jumlah hari tiap bulannya? Kita bisa memperbaikinya menggunakan Relative Formats yang akan saya jelaskan dipoint berikutnya.
$date = new DateTime('2006-12-12');
$date->modify('+1 day');
echo $date->format('Y-m-d');
+1 day adalah salah satu contoh relative format. Kamu bisa menggantinya dengan +1 week atau +1 month. +1 month disini sudah diperhitungan banyaknya hari tiap bulannya, termasuk bulan kabisat.
Kamu juga bisa mencari misal hari senin pertama bulan berikutnya dengan First Monday of next month. Banyak hal yang bisa kamu lakukan dengan relative format.
Kali ini saya akan membagikan bagaimana cara mengubah saldo KlikBCA kamu menjadi 1M. Ya, kamu tidak salah dengar Rp 1.000.000.000,- (Satu miliar rupiah).
Bagi web developer ini bukan hal yang asing lagi. Semua bisa dilakukan dengan sangat mudah. Asal tau caranya.
Saya akan perkenalkan yang namanya inspect elemnt. Hampir semua browser memiliki fitur satu ini. Sekedar share masa lalu sebelum adanya inspect element. Browser opera lebih dahulu memperkenalkan fitur ini tetapi dengan fitur yang sangat minim. Harus ditrace secara manual, tidak seperti yang sekarang. Sudah sangat memudahkan para developer web.
Untuk tutorial kali ini, saya akan mendemokannya menggunakan browser Google Chrome.
1. SIlakan login ke klikBCA
2. Masuk ke Informasi Rekening > Informasi Saldo
3. Sekarang klik kanan tepat diangka saldo kamu. Dalam khasus diatas adalah “100.000.000” lalu pilih inspect
4. Kamu akan melihat sepert ini
6. Sekarang lihat saldo kamu. Taraaaaaaaaaaaaaaa…
Selamat, kamu sudah bisa meng-hack situs bank tersohor di Indonesia yaitu BCA. Sebentar-sebentar, itu bukan hacking kok. Saya hanya bercanda. Kamu baru saja mengubah tampilan luarnya saja. Bukan di-“dalam” systemnya. Tidak percaya? Coba kamu refresh browser kamu dan check saldomu. Sama saja kan? Iya, karena kamu hanya mengubah tampilan luarnya saja.
Penjelasan saya terlalu ribet? Terima saja, karena cukup rumit jika saya jelaskan semuanya. Intinya, ini bukan hacking, semua website dapat dimanipulasi sedemikian rupa sesuka hati kamu.
Tujuan saya membuat ini supaya tidak mudah tertipu dengan screenshot2 bertebaran didunia maya yang mengatakan mendapatkan sekian juta dalam 1 bulan bahkan beberapa ratus juta. Berhati-hatilah, karena itu bisa dilakukan dengan mudah.
Selalu berhati-hati, selalu check kebenarannya
Semoga tutorial kali ini bermanfaat.
Sebagai web developer. Hal yang paling membosankan adalah testing. Dimana para developer harus mencoba satu per satu setiap fitur yang ada.
Permasalahannya adalah saat fitur yang dikerjakan semakin banyak dan kebutuhan waktu untuk testing semakin meningkat. Waktu hanya akan terbuang pada testing saja. Belum lagi dampak(impact) yang ditimbulkan tiap kali membuat fitur baru atau memperbaiki bug dapat menyebabkan fitur lain yang kelihatannya tidak ada hubungannya menjadi error atau memunculkan bug baru.
Disini saya akan memperkenalkan Selenium, sebuah software untuk mengotomatisasi testing sebuah website. Bisa dikatakan ini mirip sebuah bot yang akan selalu mengisi sebuah form dan mensubmitnya sesuai permintaan kita.
Pertama kali menggunakan, selenium akan merekam semua aktifitas user. Seperti mouse klik, semua tombol keyboard, field yang diisi. Jika dirasa cukup, kamu dapat langsung mencoba menjalankannya lagi.
Saya akan menunjukkan cara menggunakan Selenium menggunakan browser Firefox, karena untuk Selenium IDE hanya ada dibrowser Firefox.
Base URL: Link utama diaman dapat diubah-ubah sesuai yang diinginkan. Ini berguna saat develop web di domainA.com dan berpindah ke domainB.com. Untuk mengatasi kejadian ini, tidak perlu merekam ulang semua testing yang sudah dibuat. Tinggal ganti saja Base URL nya.
Test Case: List test case yang sudah pernah direkam sebelunya.
Banyak hal lain yang bisa diexplore, tetapi untuk sekarang itu dulu saja.
Kamu juga bisa membuat test case baru dan memberi nama yang sesuai. Setelah itu test case dapat di simpan/save untuk di buka lain waktu.
Semoga dengan ini bisa memperingan proses testing kamu ya. Sebenarnya banyak metode testing. Mungkin akan saya jabarkan lain waktu.
Hati-hati jika kamu mendevelop sebuah aplikasi web. Pasalnya saya barusan dibuat pusing hanya karena cache. Ya cache.
Halah cuman cache aja. Mungkin ada yang bilang seperti itu? Hehe… Wajar.
Kebanyakan cache yang kita tahu adalah cache gambar. Itu wajar sob. Masalahnya saya barusan kena cache redirect. Ya, jadi google chrome men-cache url saya /A ke /tidak/beraturan/pokoknya gara-gara bereksperimen dengan .htaccess.
Oleh karena itu saya mengingatkan kamu semua untuk selalu berhati-hati jika tidak ingin pusing 7 keliling seperti saya.
Dibawah ini beberapa tips yang bisa kamu coba supaya tidak sampai pusing 7 keliling seperti saya:
Menggunakan Incognito
Dengan menggunakan fitur Incognito, besar kemungkinan Google Chrome akan meng-load halaman baru tanpa mempedulikan cache yang sudah dibuat sebelumnya.
Kali ini kita akan membuat draft artikel pada database yang sudah dibuat sebelumnya. Jika belum membaca artikel sebelumnya bisa langsung melihatnya disini.
Ada sedikit perubahan struktur tabel pada posting sebelumnya Pembuatan Database. Silakan hapus(drop) semua tabel kamu dan jalankan script dibawah ini:
CREATE TABLE IF NOT EXISTS articles( id INT PRIMARY KEY AUTO_INCREMENT, title VARCHAR(60), description TEXT ); CREATE TABLE IF NOT EXISTS comments( id INT PRIMARY KEY AUTO_INCREMENT, id_article INT, `comment` TEXT, FOREIGN KEY (id_article) REFERENCES articles(id) );
Yang berubah adalah penambahan AUTO_INCREMENT.
Sekarang jalankan script dibawah ini untuk menambahkan 5 draft artikel untuk selanjutnya di munculkan pada halaman depan blog:
INSERT INTO `blog`.`articles` (`id`, `title`, `description`) VALUES (NULL, 'title 1', 'description 1'), (NULL, 'title 2', 'description 2'), (NULL, 'title 3', 'description 3'), (NULL, 'title 4', 'description 4'), (NULL, 'title 5', 'description 5');
Lihat isi tabel articles kamu. Jika semua berjalan dengan benar maka akan muncul seperti dibawah ini:
Kali ini saya akan menjelaskan bagaimana membuat virtual host pada Windows 7. Pada dasarnya semua OS sama, hanya saja mungkin tempat filenya berbeda.
Apa itu virtual host? Jadi virtual host itu seperti membuat domain sendiri di komputer kita. Contoh: Kita dapat men-setting supaya kalau kita mengakses johanessurya.com bukan masuk ke website ini tetapi menjalankan file HTML local kita.